Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
“Bisnis Militer Sebagai Batu Sandungan Demokratisasi dan Supremasi Sipil”


Dalam rangka mendorong proses demokratisasi dan penegakan HAM serta menciptakan tranparansi anggaran dan akuntabilitas public dalam hal pembiayaan negara terhadap militer, maka salah satu masalah utama saat ini adalah bagaimana menciptakan militer dengan dukungan anggaran resmi dari negara dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Sehingga discourse perihal perlu tidak perlunya bisnis militer atau menciptakan akuntabilitas public bagi bisnis yayasan-yayasan dan unit-unit usaha militer menjadi tidak relevan lagi sebenarnya.
Penegakkan demokrasi mensyaratkan adanya militer yang professional, tunduk pada otoritas sipil dan campur tangan dalam proses politik, sepenuhnya sebagai alat negara. Dalam rangka mendorong demokratisasi, control terhadap militer menjadi keharusan, terlebih setelah lebih dari 30 tahun militer Indonesia menjadi institusi yang “tidak terjamah” public. Tap MPR no. VII/2000 Tentang pemisahan kepolisian dan militer yang awalnya diharapkan dapat digunakan sebagai titik awal control sipil terhadap militer ternyata bagai macan ompong. Salah satu factor mendasarnya adalah belum mempunyai negara membiayai pembiayaan rutin institusi ini. Ketika pemerintah tidak mampu memenuhi pembiayaan rutin dan operasional militer secara maksimal, dengan serta merta pemerintah menjadi tidak berdaya menghadapi bisnis militer.
Sampai sekarang, hampir secara keseluruhan operasi-operasi militer tidak dapat dikontrol pemerintah maupun DPR. Ketika kejahatan-kejahatan kemanusiaan melalui operasi-operasi militer oleh kalangan petinggi militer, pemerintah sipil dan DPR tidak mampu mendapatkan informasi yang memadai perihal kebenaran fakta karena ketiadaan akses serta kemampuan militer menutup-nutupi kebenarannya.
Cara paling mudah untuk mengetahui ada tidak operasi militer adalah dengan mengecek adanya perintah operasi dan pengalokasian dana untuk operasi tersebut. Sialnya, sulit untuk dilakukan karena ketidakjelasan sumber dana dan ketidakjelasan pengontrolan oleh instusi sendiri. Perolehan dana dari yayasan-yayasan AD, AL, AU dan Polri serta aktifitas-aktifitas ekonomi yang bercorak “abu-abu” seperti bisnis prostitusi, perdagangan alcohol, senjata, bisnis dan seterusnya menjadi sumber-sumber yang tidak pernah dilaporkan, sehingga sulit di tuntut akuntabilitas dan pertanggungjawabannya.
Sebagai langkah awal, banyak pihak yang mengusulkan adanya pertanggungjawaban dan transparansi keuangan disektor keamanan terutama yang berkaitan dengan konskuensi operasi militer dan pengelolaan budget yang bersumber dari anggaran negara. Tindakan ini diambil sebagai upaya pra kondisi untuk mengurangi peran militer dalam politik dan ekonomi, memutus politik impunity militer, serta mendukung adanya konsolodasi demokrasi di Indonesia.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman pada masa lalu, tindakan ini perlu diambil sebab factor-faktor berikut ini:
·      Pendanaan off budget militer dan polisi telah membangun peluang penyalahgunaan kekuasaan dan menguatkan kembali peran politik militer dalam rangka melindungi kepentingan ekonomi mereka.

· Ketidaktransparan anggaran telah menimbulkan banditisme militer, pelanggaran HAM dan korupsi.
· Operasi-operasi dapat diluar komando, sebab jika militer mampu menyediakan sendiri anggarannya maka militer akan memiliki otonomi dan mempunyai agenda-agenda tersendiri diluar kontrool sipil.
· Militer seringkali memanfaatkan konflik dan situasi keamanan yang abnormal untuk kepentingan bisnis, seperti yang terjadi di aceh, Maluku, aceh dan Papua.
· Ketiadaan transparansi pengeluaran off budget telah memberi jalan bagi militer untuk mendanai secara langsung kelompok milisi dan dimana kelompok-kelompok tersebut tidak dapat di control public, secara langsung terlihat dan harus bertanggungjawaban terhadap kekerasan dan pelanggaran HAM                  
Perekonomian Tiongkok sebentar lagi akan menyusul Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Namun, dari segi kemakmuran, ternyata Negara Tirai Bambu ini sama sekali tidak masuk dalam 10 negara dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita terbesar dunia.
Secara umum, ketika para ekonom menghitung ukuran ekonomi sebuah negara, mereka akan mengacu pada PDB. PDB adalah jumlah semua aktivitas ekonomi di suatu negara. Ketika memperhatikan kemakmuran ekonomi individu, PDB per kapita merupakan alat yang sesuai dibandingkan hanya membandingkan PDB. Karena itu, meski PDB Tiongkok besar, dengan penduduknya yang berjumlah miliaran, secara rata-rata pendapatan warga Tiongkok lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat Amerika Serikat.
Dengan demikian, bisa diasumsikan negara-negara dengan PDB per kapita tertinggi memiliki warga yang makmur alias kaya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2013, PDB per kapita Indonesia mencapai 3.499,9 dollar AS atau sekitar Rp 36,5 juta. Secara rupiah, per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2013 memang naik 8,88 persen dibanding PDB per kapita tahun 2012 yang sebesar Rp 33,5 juta. Namun, dalam dollar AS, itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 3.583,2 dollar AS, dan pada 2011 sebesar 3.525,2 dollar AS.

Berikut 10 negara dengan PDB per kapita tertinggi.
1. Qatar
Negara Timur Tengah ini menjadi jawara PDB per kapita terbesar dunia dengan PDB per kapita mencapai 98.814 dollar AS. Sumber kekayaan negara ini adalah minyak. Qatar merupakan penghasil minyak terbesar ketiga dunia. Walaupun populasi negara ini mencapai 1,8 juta jiwa, penduduk asli Qatar hanya 280.000. Sisanya adalah pekerja migran yang tidak memperoleh keuntungan dari kekayaan negara ini.

2. Luksemburg
Negara di Eropa ini memiliki PDB per kapita sebesar 78.670 dollar AS. Seperti Swiss, negara ini sejak lama memiliki basis manufaktur berbahan dasar baja dan kimia. Pajak korporasi yang menarik menjadikan negara ini sebagai lokasi ideal kantor pusat berbagai perusahaan multinasional, khususnya berbasis internet, seperti Amazon dan Skype. Negara kecil berpopulasi 537.853 jiwa ini terus melaju menjadi lebih kaya.
3. Singapura
PDB per kapita negara yang juga tetangga Indonesia ini mencapai 64.584 dollar AS. Sejak lama Singapura menjadi negara pelabuhan terbesar dunia. Singapura juga menjadi pusat komersial dan transportasi menuju Asia dan menjadi pusat industri finansial penting. Negara yang berpenduduk 5,4 juta jiwa ini sepertinya akan semakin kaya karena strategis dan pentingnya pelabuhan Singapura.

4. Norwegia
Negara Skandinavia ini mencatatkan PDB per kapita mencapai 54.947 dollar AS. Meskipun kaya akan minyak, Norwegia memutuskan untuk mendiversifikasi kegiatan ekonomi ke industri lainnya. Minyak mentah dan gas menyumbang 57 persen terhadap PDB Norwegia. Norwegia menasionalisasikan cadangan minyak mereka sehingga mampu menjadikan setiap warganya kaya. Secara individu, rakyat tak punya akses ke kekayaan tersebut, tetapi berhasil menjadikannya negara paling stabil di dunia.

5. Brunei
Negeri jiran ini mempunyai PDB per kapita sebesar 53.431 dollar AS. Negara kecil ini memiliki cadangan minyak bumi yang sangat banyak sehingga menjadikan Brunei benar-benar kaya. Utang negara ini nol persen dari PDB alias tak ada utang. Negara ini menggantungkan 90 persen PDB dari penjualan minyak mentah sehingga masa depan Brunei sangat terikat dengan harga minyak.

6. Amerika Serikat
Negeri Paman Sam ini mencatat PDB per kapita sebesar 53.101 dollar AS. Meski masyarakat kelas menengah AS bertahan habis-habisan sejak 2008, basis ekonomi per kapita masih sangat kuat. Masyarakat kelas menengah AS masih jauh lebih baik kondisinya dibandingkan negara mana pun di dunia. Selain itu, kesenjangan kekayaan di negara ini diklaim hanya 0,001 persen sehingga jika dilahirkan di AS banyak dikatakan sebagai keberuntungan.

7. Swiss
PDB per kapita negara di pegunungan Alpen ini mencapai 46.430 dollar AS. Negara ini memiliki industri manufaktur, sains dan teknologi, serta finansial yang sangat kuat hingga menjadikan Swiss sebagai "sarang" ekonomi dunia. Netralitas negara ini juga dianggap sebagai lokasi ideal kantor pusat korporasi besar dan organisasi dunia. Swiss menargetkan diri menjadi pemimpin ekonomi Eropa pada tahun-tahun mendatang.

8. San Marino
Negara "mungil" di tengah-tengah Italia ini mencatat PDB per kapita sebesar 44.480 dollar AS. San Marino tak punya utang dan merupakan salah satu negara dengan tingkat pengangguran terendah di Eropa. Negara berpopulasi hanya 32.000 jiwa ini mengandalkan industri finansial dan pariwisata untuk menopang perekonomian negara yang diklaim sebagai negara berdaulat tertua di dunia sejak 301 Masehi ini.

9. Kanada
Negara tetangga Amerika Serikat ini mencatat PDB per kapita 43.427 dollar AS. Untuk pertama kalinya, jumlah masyarakat kelas menengah Kanada lebih banyak dibandingkan AS. Namun, faktanya, PDB per kapita Kanada masih lebih rendah dibandingkan AS. Akan tetapi, performa ekonomi Kanada jauh lebih baik dalam dua dekade terakhir, di mana harga komoditas global turut membantu menggenjot ekspor komoditas sumber daya negara ini.

10. Australia
PDB per kapita Negeri Kanguru ini mencapai 43.073 dollar AS. Australia adalah negara persemakmuran sehingga memiliki hubungan dagang yang erat dengan Inggris dan afiliasinya. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan, Australia juga menjalin hubungan ekonomi dengan Tiongkok dan negara-negara Asia lain yang memiliki ekonomi cerah. Faktor pertumbuhan ekonomi Australia banyak didorong ekspor komoditas dan industri manufaktur.
Sepanjang 2013, PDB per kapita orang Indonesia sebesar 3.499,9 dollar AS.


Kompas: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/05/15/1248156/Ini.10.Negara.Paling.Makmur